Ulasan Singkat Mengapa Orang Jawa Banyak Berada Di Negara Suriname



Bayangkan, ratusan orang Jawa berlayar lebih dari 17.000 km menuju negeri yang bahkan tak pernah mereka dengar namanya.

Dan semua itu bukan karena pilihan. Awal mula orang Jawa di Suriname. Akhir abad 19, setelah perbudakan dihapus tahun 1863, Suriname kekurangan tenaga kerja.

Pemerintah kolonial Belanda panik dan memutar otak. Lalu pandangan mereka tertuju ke sebuah pulau jauh di timur, Jawa.

Tempat rakyat hidup miskin, kelaparan, dan mudah dipengaruhi janji manis. Calo-calo dikirim ke desa-desa. Mereka menjanjikan gaji, rumah, dan hidup baru.

Tapi mereka tak bilang bahwa Suriname bukan pulau dekat Sumatera, melainkan daratan asing di seberang dunia. Ribuan orang mendaftar tanpa benar-benar tahu apa yang menanti.

9 Agustus 1890, kapal pertama berangkat dari Tanjung Priuk. Tiga bulan perjalanan. Ruangan sempit, udara panas, penyakit, dan rasa takut yang tak pernah hilang.

Sebagian tak pernah tiba. Dan bagi yang selamat, perjalanan baru saja dimulai. Di Suriname, mereka bukan tamu.

Mereka disebut kulik kontrak. Bekerja enam hari seminggu, upah kecil, denda besar, dan aturan keras yang seperti bayangan gelap masa perbudakan.

Kontrak lima tahun, dan ketika selesai, biaya pulang terlalu mahal. Mayoritas akhirnya menetap, menikah, membangun kampung, dan menyulam identitas baru di tanah asing.

Hari ini, lebih dari 75 ribu keturunan Jawa hidup di Surinama. Mereka masih berbahasa Jawa, masih berselamatan, masih memainkan gamelan.

Semuanya berawal dari sebuah perjalanan panjang yang tidak pernah mereka pilih, tapi mereka wariskan dengan kehormatan. Dan itulah awal mula orang Jawa pergi ke Suriname.





~ Terimah ~ Kasih ~