Asal Muasal Nama Citayam



Kalau dengar kata Citayam, sebagian orang langsung teringat dengan kereta, stasiun, bahkan fenomena Cittayam Fashion Week.

Tapi, tahukah kamu? Nama Citayam ternyata punya sejarah panjang. Bahkan ada versi yang menyebutnya berasal dari tanah milik orang Tionghoa di zaman Belanda.

Awalnya, Citayam dikenal sebagai sebuah kampung kecil di perbatasan Depok dan Bogor. Dalam bahasa Sunda, kata Cik berarti air atau sungai. Sedangkan, Tayam dipercaya berasal dari nama ikan kecil yang dulu hidup di sungai-sungai sekitar.

Ada juga yang menyebutnya dari kata Hayam, yang artinya ayam, karena konon banyak ayam hutan berkeliaran di daerah itu.

Jadi, Citayam bisa diartikan sebagai sungai yang penuh ikan tayam atau sungai tempat ayam hutan. Tapi ada versi lain yang tak kalah menarik. Dalam arsip kolonial Belanda, tercatat sebuah tanah partikelir bernama Lan Tjitajam atau ditulis Tjitajayam.

Tanah ini disebut-sebut dikuasai oleh seorang tuan tanah keturunan Tionghoa yang memiliki perkebunan luas di wilayah Bojong, Gede, hingga Depok.

Ketika Belanda membangun jalur kereta Batavia-Buitenzorg pada akhir abad ke-19, stasiun yang berdiri di kawasan itu pun diberi nama Stasiun TJitajam.

Seiring berjalannya waktu, ejaan lama TJ berubah menjadi C, sehingga kita mengenalnya sebagai stasiun Citayam. Dari sinilah, nama Citayam melekat sebagai nama wilayah, bukan sekadar nama lahan atau stasiun.

Keberadaan jalur kereta inilah yang mengubah wajah Citayam. Dari kampung pertanian sederhana, Citayam pelan-pelan berkembang, jadi kawasan transit penting bagi orang-orang yang bekerja di Batavia, Depok, hingga Bogor.

Orang datang dan pergi lewat stasiun, pedagang mulai membuka usaha, dan Citayam pun tumbuh menjadi kota kecil penyangga ibu kota.

Hari ini, Citayam identik dengan kawasan urban yang ramai pendatang. Bahkan pada 2022 lalu, nama Citayam kembali mencuat lewat fenomena Citayam Fashion Week, di mana anak-anak muda dari Bojong Gede, Depok, dan sekitarnya memamerkan gaya busana mereka di Dukuh atas Jakarta.

Jadi, asal-usul Citayam ternyata punya dua wajah. Satu dari kearifan lokal Sunda, dan satu lagi dari jejak kolonial Belanda, serta tanah milik orang Tionghoa. Dari sungai dan ayam hutan, hingga tanah partikelir dan stasiun kereta, Citayam menyimpan cerita sejarah yang panjang.

Kalau kamu orang Citayam, atau sering lewat stasiunnya, bangga nggak sih sama sejarah daerahmu ini? Berikan komentar dibawah yaa.😁😊👇





~ THANK ~ YOU ~